Persib Disanksi FIFA, Daisuke Sato Keluarkan Pernyataan Resmi

Persib vs Daisuke Sato

Persib vs Daisuke SatoEks pemain Persib Bandung asal Filipina, Daisuke Sato, mengeluarkan pernyataan resmi terkait transfer ban FIFA terhadap Persib yang melibatkan dirinya. Daisuke Sato menegaskan, sanksi larangan registrasi pemain (registration ban) yang dijatuhkan FIFA kepada Persib bukanlah akibat dari laporan baru yang ia ajukan secara personal.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya, Sabtu, 30 Mei 2026, bek asal Filipina tersebut memberikan klarifikasi karena dirinya sempat menjadi sasaran kemarahan netizen dan Bobotoh.

“Saya ingin mengklarifikasi diskusi baru-baru ini mengenai larangan registrasi FIFA yang dijatuhkan pada PERSIB Bandung,” tulis Sato dalam Instagram Story-nya pada Sabtu (30/5/2026).

Ia menegaskan bahwa permasalahan ini bukan terkait tunggakan gaji, melainkan sengketa administratif dan finansial seputar pemutusan kontraknya di masa kepelatihan Bojan Hodak.

Menurut Daisuke Sato, hukuman dari FIFA itu merupakan kelanjutan otomatis dari sengketa administrasi pemutusan kontrak (terminasi) sepihak yang terjadi sejak akhir tahun 2023.

Sato menyatakan, langkah hukum yang berjalan melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dilakukan semata-mata demi memperjuangkan hak profesionalnya sebagai pesepak bola.

Dia menegaskan, dirinya secara pribadi tidak memiliki masalah personal dengan jajaran manajemen Persib, para pemain, maupun suporter atau Bobotoh.

Sebelumnya manajemen Persib Bandung menegaskan seluruh gaji rutin bulanan Sato selama aktif bermain telah dibayar lunas. Berdasarkan putusan hukum, Persib diwajibkan menyelesaikan pembayaran kompensasi sebesar kurang lebih Rp2,7 miliar hingga Rp3 miliar beserta bunga 5%.

Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menyatakan klub sedang memproses pemenuhan kewajiban administratif tersebut agar pembekuan transfer segera dicabut oleh FIFA.

PERNYATAAN LENGKAP DAISUKE SATO

Saya ingin memberikan klarifikasi terkait berbagai diskusi mengenai larangan registrasi pemain (registration ban) dari FIFA yang dijatuhkan kepada Persib Bandung.

Masalah ini bukanlah akibat dari laporan baru atau tindakan terbaru yang saya lakukan. Kasus ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara saya dan Persib Bandung setelah kontrak saya berakhir pada tahun 2023.

Sejak awal, saya berusaha menyelesaikan situasi ini secara profesional melalui jalur yang semestinya. Namun, karena cara penanganan situasi kontrak saya saat itu dan kondisi yang saya hadapi, saya merasa tidak memiliki pilihan lain selain memperjuangkan hak-hak saya melalui proses hukum.

Kasus ini kemudian diperiksa oleh lembaga sepak bola dan hukum yang berwenang. Persib Bandung memilih untuk menggugat dan menempuh seluruh prosedur yang tersedia. Setelah seluruh proses selesai, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi saya.

Persib juga sempat meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain maupun klub, dengan alasan menjaga kehormatan dan reputasi. Saya menolak permintaan tersebut karena kami percaya bahwa perkara ini seharusnya disampaikan secara transparan.

Dengan demikian, larangan registrasi pemain dari FIFA yang berlaku saat ini bukan terjadi karena saya baru melaporkan klub sekarang. Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari belum dipatuhinya keputusan akhir dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Saya juga ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib, maupun dengan Persib sebagai institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, serta sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub ataupun suporternya. Tujuan saya semata-mata adalah melindungi hak profesional saya dan memastikan keputusan yang telah ditetapkan dihormati.

Saya meminta kepada publik dan para suporter untuk memahami kronologi lengkap kasus ini sebelum membuat penilaian atau mengarahkan kritik kepada saya.

Terakhir, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama tiga tahun terakhir, terutama tim hukum saya, Pedro Macieirinha dan JMPM Sociedade de Advogados, yang mendampingi saya sejak awal proses ini.

Saya tetap bersyukur atas waktu yang saya habiskan di Indonesia dan tetap menghormati Persib Bandung, Bobotoh, serta sepak bola Indonesia.

— Daisuke Caumanday Sato
30 Mei 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *