Sejarah Nomor Punggung Pemain Sepak Bola

Posted on

sejarah nomor punggung pemain sepak bola

MedianSport.com — Nomor punggung (jersey number) pemain sepakbola memiliki sejarah unik. Nomor punggung bukan hanya terkait identitas pemain, namun juga awalnya berdasarkan posisi pemain di lapangan.

Sebelum nomor punggung digunakan, untuk mengenali seorang pemain hanya berdasarkan posisi di lapangan.

Kondisi itu sering membuat bingung penonton.

Meski sepakbola lebih besar di Eropa pada 1990-an, tapi penggunaan nomor punggung pertama yang tercatat dalam sejarah sepakbola justru terjadi di Australia.

Dilansir Wikipedia, klub sepakbola yang pertama kali mengenakan nomor punggung adalah Sydney Leichhardt dan HMS Powerful pada 1911.

Tahun berikutnya, penggunaan nomor punggung menjadi wajib di wilayah New South Wales.

Di Amerika Selatan, penggunaan nomor punggung pertama kali terjadi pada 14 September 1916, dalam pertandingan liga amatir di Cordoba.

Di Inggris –yang disebut sebagai negara tempat lahir sepakbola– nomor punggung kali pertama digunakan pada 25 Agustus 1928, saat Arsenal dan Chelsea bermain melawan Sheffield Wednesday dan Swansea Town.

Baru pada musim 1939/1940, penggunaan nomor punggung diwajibkan di Liga Inggris.

Menariknya, penggunaan nomor punggung kedua tim yang bertanding saat itu tidak boleh sama.

Misalnya, Tim A harus menggunakan nomor 1-11. Tim B  yang menjadi lawannya harus memakai nomor 12-22.

Awalnya, penggunaan nomor punggung harus berdasarkan posisi bermain. Formasi yang digunakan adalah 2-3-5 yang berarti bahwa ada dua bek, tiga pemain tengah, dan lima penyerang dengan rincian sebagai berikut:

  1. Kiper (1)
  2. Bek kanan (2)
  3. Bek kiri (3)
  4. Bek tengah (4)
  5. Bek tengah (5)
  6. Gelandang bertahan (6)
  7. Gelandang sayap (7
  8. Gelandang tengah (8)
  9. Striker (9).
  10. Playmaker (10)
  11. Gelandang sayap (11).

Itulah sebabnya, hingga kini nomor 1 identik dengan kiper. nomor 2 hingga 5 identik dengan bek.

Nomor 9 identik dengan penyerang (striker). Nomor 7 dan 11 identik dengan penyerang sayap (winger) dan nomor 10 identik dengan pemain kreatif (playmaker).

Dulu di Inggris formasi favorit adalah 2-3-5, yakni 2 full-back, 3 half-back, dan 5 penyerang. Di barisan lima penyerang inilah mulai terlihat penomoran tradisional di sepakbola. Nomor 7 dan 11 untuk penyerang luar, 8 dan 10 untuk penyerang dalam, dan 9 untuk penyerang tengah.

Nomor punggung 1 yang identik dengan kiper pun di era modern juga kerap digunakan oleh pemain yang bukan berposisi kiper, seperti Jonathan de Guzman saat di Napoli, Edgar Davids di Barnet FC, dan Simon Vukcevic di FK Partizan.

Federasi Sepakbola Inggris (FA) mempermanenkan aturan penggunaan nomor punggung pada 1939.

Dulu penomoran jersey pemain dilakukan berdasarkan posisi di atas lapangan. Di level klub saat ini, setiap pemain berhak memilih nomor punggung hingga 99.

Untuk level Timnas yang berkompetisi di turnamen hanya membawa 23 pemain. Nomor pemain pun hanya berkisar antara 1-23.

Sepakbola lalu mengalami perkembangan dalam hal taktikal. Mulai muncul formasi tiga bek (3-5-3) hingga 4-4-2 yang seperti umumnya klub-klub Inggris.

Gambaran paling mudah dalam sejarah nomor punggung bisa dilihat dari Manchester United di era 1990-an.

Gary Neville (3) di pos fullback kanan, Denis Irwin (2) di fullback kiri. David Beckham (7) di pos sayap kanan serta Ryan Giggs (11) di pos sayap kiri. Teddy Sheringham (10) bermain menyokong Andy Cole (9) sebagai penyerang.

Sejak diperbolehkannya pergantian pemain, maka aturan nomor 1-11 tidak berlaku lagi. Pasalnya, di lapangan akan ada pemain yang menggunakan nomor di luar 1-11.

Aturan nomor punggung saat ini adalah bahwa setiap pemain hanya boleh melakukan pergantian nomor punggung sebanyak sekali, yakni di awal musim sebelum kompetisi bergulir.

Demikian Sejarah Nomor Punggung di Sepak Bola. (www.mediansport.com).*

Leave a Reply