PSG Jadi New Galacticos, Ini Pengertian Los Galacticos

Paris Saint-Germain (PSG) adalah “New Galacticos”. Demikian tulis Marca.

Berawal dari perekrutan Neymar dan Kylian Mbappe yang melambungkan popularitas PSG, termasuk pengikutnya di media sosial, penjualan merchandise mereka juga meledak.

Pada hari pertamanya sebagai pemain PSG, 11.000 kaos Neymar terjual dan dalam sebulan angka itu menjadi 120.000. Toko klub telah menerima 75 persen lebih banyak pengunjung daripada sebelumnya di periode yang sama tahun lalu.

Di internet, PSG adalah salah satu klub paling dicari di dunia, menjadi pemimpin yang jelas di Prancis.

Di Inggris, di mana sepak bola adalah bagian dari budaya, mereka adalah klub asing ketiga yang paling banyak dicari, di belakang Real Madrid dan Barcelona, ​​​​dan itu sama di Spanyol.

Hanya setahun yang lalu, itu tidak terbayangkan. Di Doha, PSG lebih terlihat dari sebelumnya, dengan pemain ditampilkan di seluruh kota oleh sponsor.

Kini, kedatangan Lionel Messi, jelas, membuat PSG adalah Los Galacticos baru.

Sebelum mendapatkan Messi, PSG merekrut bintang Liverpool, Georginio Wijnaldum, lalu bintang Real Madrid, Sergio Ramos, serta kiper dan bintang AC Milan, Gianluigi Donnarumma. PSG juga merekrut Achraf Hakimi dari Inter Milan.

Kehadiran Messi menjadikan PSG memiliki lini depan mengerikan. Trio Messi, Neymar, Mbappe (MNM) mengingatkan pecinta sepakbola pada trio MSN Barcelona –Messi, Suarez, Neymar.

Salah satu opsi Starting XI PSG musim ini, di bawah pelatih Mauricio Pochettino, dengan formasi 4-3-3 adalah trio MNM di lini depan.

Lini tengah ada Angel Di Maria, Marco Verratti, dan Georginio Wijnaldum.

Lini belakang ada Achraf Hakimi, Marquinhos, Sergio Ramos, dan Presnel Kimpembe, dengan Gianluigi Donnarumma di posisi kiper.

Langkah PSG merekrut pemain-pemain bintang seolah meniru apa yang dilakukan Real Madrid dengan Los Galacticos pada era 2000-an.

Baca Juga:   Persib Bandung Gelar Latihan Perdana 2021 di GBLA

Ketika itu, Real Madrid mendatangkan Luis Figo, Zinedine Zinedine, Ronaldo, dan David Beckham. Madrid bahkan berhasil membajak Luis Figo dari rival abadinya, Barcelona.

Pengertian Los Galacticos

Los Galacticos adalah julukan bagi Real Madrid –dan kini PSG. Madrid dulu dijuluki Los Galacticos karena skuatnya diisi para pemain bintang.

Kini, setiap ada klub bertabur bintang, maka dijuluki pula Los Galacticos.

Di Liga Indonesia juga ada klub berjuluk itu, yakni Bhayangkara FC dan Persija Jakarta, saat skuat keduanya bertabur bintang, termasuk pemain Timnas Indonesia.

Los Galacticos semakna dengan “tim impian” (dream team) atau tim ideal.

Dalam bahasa Spanyol, Galactico berarti ‘Galactic’. Kata tersebut biasa digunakan untuk menyebut superstar sepakbola, yaitu pemain yang punya kehebatan luar biasa dan sering menjadi penentu kemenangan sebuah tim.

Selain berkat talenta luar biasa, galactico mulai memiliki arti luas.

Sekarang, kata itu sering disebutkan untuk seorang pemain sepakbola yang memiliki harga mahal dan bergaji tinggi, seperti Lionel Messi, Neymar, dan Cristiano Ronaldo.

Pengertian Los Galacticos dan Asal-Usulnya

Asal-Usul Los Galacticos

Julukan Los Galacticos bermuka saat Real Madrid mendatangkan pemain-pemain bintang seperti Luis Figo, Ronaldo, dan Zenedine Zidane. Proyek itulah yang akhirnya membuat Madrid akbrab dengan julukan Los Galacticos.

Madrid dikenal sebagai klub yang gemar merekrut pemain bintang.

Di masa lalu, nama-nama seperti David Beckham, Michael Owen, Robinho, Kaka, sampai Sergio Ramos berhasil didaratkan di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

Nama-nama bintang sepakbola lainnya yang membela Madrid antara lain Xabi Alonso, Karim Benzema, Angel di Maria, Mesut Ozil, Isco, Luka Modric, Gareth Bale, dan Toni Kroos.

Musim 2019-2020, Madrid mendatangkan pemain-pemain bintang seperti Luka Jovic dan Eden Hazard.*

Baca Juga:   Perempatfinal Liga Europa: Skuat Manchester United Tiba di Jerman

MARCA

 

 

Leave a Reply