Pemain Persib Kecewa Laga Lawan Persebaya Digelar di Bali

Posted on

Line-up Persib Bandung

MedianSport.comPersib Bandung harus memainkan laga kandang di Bali melawan Persebaya, Jumat (18/10/2019). Tidak ada izin keamanan bermain di Bandung menjadi penyebabnya.

Kekecewaan bukan hanya dirasakan bobotoh, namun juga pemain Persib. Apalagi kondisi ini mirip musim lalu saat Persib disanksi larangan bermain di Bandung selama putaran kedua akibat tragedi GBLA.

Bek Persib, Ardi Idrus, memilih laga ditunda ketimbang harus memainkan laga kandang di luar Bandung.

“Saya sih bagi pemain merasa kecewa juga karena kita enggak bisa main di Bandung, seharusnya itu bagi saya sendiri pertandingan itu ditunda dulu atau gimana sampai izin didapat,” kata Ardi kepada wartawan, Sabtu (12/10/2019).

Alasan terbesar kekecewaan Ardi adalah karena Persib sedang membutuhkan dukungan penuh Bobotoh di kandang sendiri. Maung Bandung membutuhkan poin untuk naik posisi di klasemen.

Pemain bernomor punggun 3 itu juga tahu jika musim lalu saat partai usiran Persib akibat sanksi ke Stadion I Wayan Dipta, punya statistik buruk. Empat kali bertanding di sana tak pernah menang, dua kali hasil seri (vs Perseru dan Barito Puter) dan dua kekalahan (vs Persebaya dan PSMS).

“Itu sangat penting karena kita butuh poin di situ (pertandingan kandang itu), karena lihat catatan Persib di Bali sebelumnya kita tahu sendiri Persib di Bali tanpa kemenangan,” tegasnya.

Ia berharap keberuntungan bisa menaungi Persib di bawah arahan pelatih Robert Alberts. “Mudah-mudahan tahun ini bisa raih poin di sana,” harap Ardi.

Pemain Maung Bandung lainnya, Ghozali Siregar, mengemukakan hal senada. Namun, ia mengaku pasrah karena sudah menjadi keputusan pihak berwenang.

“Waduh, memang izinnya agak susah tapi mau gimana lagi,” katanya.

Baca Juga:   Persib Bandung vs PSIS Semarang 2-1 Highlights #PersibDay

Menurutnya, motivasi dan mental pemain sedikitnya akan terpengaruh. Otomatis dukungan Bobotoh tak akan sepenuhnya mengalir langsung di stadion karena terhalangi oleh jarak yang jauh Bandung ke Bali.

“Pasti akan beda, atmosfernya ngaruh, apalagi kalau main di Bali lama-lama beberapa bulan gitu pemain akan jenuh, ke psikis dampaknya,” ungkap pemain yang akrab disapa Gozo ini.

Persib juga dibayangi statistik buruk musim lalu lima kali main di Bali. Akibat disanksi Komdis PSSI laga kandang Maung Bandung digelar di sana. Lima pertandingan itu Supardi cs. tak pernah menang–termasuk tandang vs Bali United.

Persib gagal menang di Dipta, tiga kali hasil imbang didapat dari Bali United (0-0), Perseru (2-2), Barito Putera (3-3). Dua kali hasil lainnya berakhir kalah di tangan Persebaya (1-4) dan PSMS (0-1).

“Ya kaya musim lalu kerasa, kan kendor tuh pas main di Bali, kita banyak hilang poin banyak kalah juga,” katanya.

Statistik buruk di Bali menghantui skuat Maung Bandung dan bobotoh. Gegara bermain di luar Bandung, termasuk di Bali, juara paruh musim di Liga 1 2018 tak bisa dipertahankan.

Media officer Persib, Irfan Suryadiredja, menyebutkan jadwal pertandingan sesuai waktu adalah prioritas utama.

Tentu Persib tidak ingin terkena walk out karena dianggap gagal menggelar pertandingan sesuai waktu. Ia menegaskan, penundaan dianggap bukan solusi di tengah padatnya jadwal. Persib punya satu laga tunda di kandang vs Arema FC.

“Kita tidak memikirkan dahulu itu (hasil negatif Persib di Bali) yang penting bisa digelar sesuai jadwal saja dulu,” kata Irfan.

“Masalah statistik (buruk di I Wayan Dipta) mudah-mudahan di bawah Rene Alberts statistik buruk itu bisa dipatahkan,” harapnya. (persib.co.id/simamaung.com).*

Baca Juga:   8 Tim Liga 1 2019 Belum Aman dari Degradasi, Termasuk Persib

 

Leave a Reply